Tel No.

Blog

UANG KERINCI

Di Post Oleh : OEANG_NOESANTARA 09-06-2020 19:32:26 18
img/blog/top_6024693905655_2284073141889517_1191796305869930496_n.jpg

Rekan-rekin / Bro-sis / Bpk-ibu bagaimana situasi stay at home / work from home? Semakin kerasan? Sayang sekali kedua program itu kurang fit dengan profesi saya dan akibatnya masih harus keluyuran demi mencari sesuap nasi. Mumpung belum ke proyek, saya sempatin tulis singkat.

Kali ini saya ingin membahas koin kerajaan Nusantara. Anda juga memiliki koleksi yang sama? Pasti senang sekali kan? Demikian pula Oeang Noesantara yang tidak ingin berjalan berputar-putar pada satu lingkaran saja. Ada banyak pengetahuan yang bisa digali karena terdapat ribuan jenis dan variasi koin lokal. Di antara semua itu bagi saya ada satu yang teraneh bentuknya yaitu berupa cincin. Unik. Saya tidak tahu mengapa bentuk itu yang dipilih? Mungkin agar pemiliknya dapat mengenakan di jari sehingga tidak mudah jatuh dan hilang? Atau agar bisa diikat menjadi satu seperti halnya koin Cina - Palembang dll? Saya juga kurang tahu sejarah uang Kerinci atau Korinci ini. Apakah lokasinya yang sekarang bernama Kabupaten Kerinci di Provinsi Jambi - Sumatera? Apakah wilayah itu termasuk kerajaan Siak tempo doeloe? Diperkirakan koin Kerinci ini diedarkan pada pertengahan abad 19.

Dalam buku Dr. Ibrahim Langkawi yang berjudul "Pengenalan Mata Wang Melayu" koin yang juga bernama "Korintji Ring" dibahas amat sangat singkat bahwa uang ini tidak cocok dikenakan di jari. Ia menyebut bahwa Millies telah menginformasikan keberadaannya sejak tahun 1871. Saya berpikir sumber referensi lain karya Netcher - van der Chijs dapat membantu menguak misteri koin. Sayang ternyata buku tsb tidak memuat. Pada referensi Michael Mitchiner yang lengkap berjudul "Oriental Coins & Their Values: Non Islamic States & Western Colonies AD 600 - 1979", uang cincin ini juga tidak ada.

Hmmm aneh juga. Sangat minim referensi. Apakah anda punya informasi yang bisa di-share? Yuk kongsi pengetahuan.

---

Terima kasih kepada:

  1. Om Henry Widjaja dan tante Emmy Astuti: beliau adalah senior numismatis dengan berbagai koleksi maha ampuh yang telah berbaik hati meminjamkan buku Mitchiner.

  2. Pak Zulkifli Mahafatna yang jarinya dipergunakan sebagai ilustrasi. Maaf pak, saya kok malas sekali foto ulang. Tq juga cincinnya. Beliau adalah sahabat dan partner diskusi yang berwawasan.

  3. Pak Ruswita Kusumahadi
     yang menghadiahkan buku Ibrahim Langkawi untuk perpustakaan pribadi Oeang Noesantara saat silahturahmi Lebaran di Cinere. Beliau adalah pendiri Museum Uang Sumatera di Medan. Sudah pernah berkunjung? Penting loh.

Semua sayanggg kepada Matcha Kingkong von Godzilla dan Emely Kado Snow White. Tq. L - O - V - E.



TAMBAHKAN KOMENTAR