Tel No.

Blog

KERAJAAN DEMAK ABAD XVI & NUMISMATIKA -- Bagian I

Di Post Oleh : OEANG_NOESANTARA 06-06-2020 20:54:47 55
img/blog/top_809144101146185_2314222468874584_6125848370373197824_o.jpg

Pengantar: Jika suatu ketika kita berkendaraan darat dari Jakarta menuju Surabaya lewat jalan utama pantai utara, atau lebih dikenal dengan nama Jalan Raya Pos – Daendels, sekitar 20 kilometer selewat ibukota Semarang akan tiba di kota kecil Demak yang relatif tanpa daya tarik. Jikapun ada satu tempat yang dikenal masyarakat itu adalah Masjid Agung yang berlokasi tepat di tengah kota. Dahulu kala masjid ini didirikan oleh Sultan Fattah dan Wali Songo yang menyebarkan Islam di Jawa 1). Masyarakat awam tak akan menyangka bahwa kota itu pernah memiliki peranan penting di tahun 1500-an yang dampaknya masih terasa hingga 600 tahun ke depan - dan masih berlangsung - tidak hanya bagi kota itu sendiri atau pulau Jawa namun bagi seluruh Indonesia. Kini ia dikurung daratan tanpa perairan yang cukup dalam untuk pelayaran suatu kapal, namun di masa lampu kota itu sesungguhnya berada di tepian sungai dan laut. Tanpa pengetahuan sejarah yang memadai tak seorangpun mengira bahwa Demak pernah memiliki kekuatan maritim dahsyat. Karena panjangnya tulisan maka kami tuturkan dalam beberapa bagian. Ini adalah bagian pertama)

---

EROPA DAN TIMUR TENGAH

Perkembangan yang terjadi Nusantara pada abad XVI – XVII tak lepas dari kondisi geo-politik di pusat kebudayaan dunia yakni Eropa dan Timur Tengah. Pada masa itu terjadi perebutan hegemoni antara dua ajaran paling berkembang yaitu Kristen versus Islam. Sebagai agama dakwah mereka mengutamakan jumlah pengikut yang berhasil ditarik ke pihak masing-masing. Jika kaum Kristen menjaring umat dengan slogan Gold – God - Glory yang dipandang sebagian orang sangat egois karena ekspansi tujukan untuk Tuhan, kekayaan dan kejayaan kaum Kristen; di sisi lain kaum muslimpun memiliki slogan jihad fisabilillah dengan tiga prinsip yaitu pertama: masuk Islam – kedua: jika ybs menolak wajib membayar uang jizyah – ketiga: jika ybs menolak wajib diperangi 2). Ekspansi wilayah dan pergesekan kekuasaan adalah tindakan kolateral atas prinsip yang oleh pihak berlawanan dianggap sebagai pemaksaan kehendak dan intoleransi.

.

Mereka terlibat dalam pertempuran berabad-abad mulai tahun 632 Masehi dengan diutusnya panglima berusia 18 tahun bernama Usama bin Zaid untuk menghadapi pasukan Romawi di utara jazirah Arab. Pertikaian berlanjut oleh pasukan Khalid bin Walid dan Abu Ubaidah bin Al Jarrah di medan perang Yarmuk, dll, dipuncaki dengan didudukinya Yerusalem pada tahun 638 Masehi. Pertempuran yang sama juga terjadi di Mesir yang awalnya wilayah Kristen dan akhirnya berhasil dikuasai pihak Islam. Jadi sebenarnya peperangan antara dua agama yang sama-sama mengikuti prinsip ekspansionisme sudah ada jauh sebelum deklarasi “Perang Salib” yang biasa didengungkan terjadi pada abad ke 11-17.

.

Peristiwa penting yang mempengaruhi jalannya peradaban manusia terjadi saat pasukan Turki Ottoman berhasil menghapus trauma kegagalan kaum muslim menaklukkan ibukota kaum Kristen Byzantium yaitu Konstantinopel. Di tahun 678 dinasti Umayyah di bawah pimpinan Muawiyah bin Abu Sufyan, dan tahun 718 saat khalifah Umar II berkuasa, mereka tak mampu menguasai kota itu. Akhirnya delapan ratus tahun belakangan, tepatnya tanggal 29 Mei 1453 di bawah pimpinan Sultan Mehmed II, pasukan Ottoman dengan pasukan Janisari yang terkenal 3) berhasil menaklukkan benteng tangguh yang terletak selat Bosphorus antara Laut Mediterania dengan Laut Hitam. Tentara muslim berhasil memenggal lantas mengisi jerami kepala mantan penguasa bernama Konstantinus XI, memporak porandakan, menjarah kota, menduduki gereja terbesar di dunia Haga Sophia dan menggantinya menjadi masjid. Wilayah Tanduk Emas yang seakan jembatan benua Asia dan Eropa kini menjadi milik kaum muslim. Itulah sebab Sultan Turki kemudian diberi gelar Al Fatih – Sang Penakluk 4).

.

Karena dikuasainya jalur transportasi baik darat maupun laut dari Eropa menuju Asia oleh tentara Ottoman, maka perdagangan melintasi wilayah itu kini dianggap tidak aman oleh kaum Kristen. Merekapun berlomba mencari jalan alternatif. Tahun 1492 beberapa kerajaan Spanyol berhasil bersatu. Di bawah pimpinan ratu Isabel dan raja Fernando mereka berhasil menaklukan Granada dan mengusir kaum muslim. Seperti diketahui pada tahun 711 Masehi dinasti Umayyah di bawah khalifah Al-Walid bin Abdul Malik dan jendral Musa bin Nushair menginvansi dan menganeksasi wilayah Kristen di jazirah Iberia. Pasukan pionir muslim yang menyeberangi daratan Afrika ke daratan Eropa adalah Thariq bin Ziyad yang akhirnya nama itu diabadikan menjadi nama Selat Jabal Thariq atau Gibraltar. Keberhasilan itu menyebabkan berdirinya kekhalifahan Umayyah Andalusia dan baru sirna di tahun nyaris 800 tahun belakangan 5). Buntut dari peristiwa reconquesta negara Spanyol menjadi satu-satunya wilayah di dunia yang berhasil mengembalikan identitas asli mereka setelah sekian ratus tahun dijajah oleh kaum muslim.

.

Tanggal 3 Agustus 1492 setelah keberhasilan penaklukan kembali wilayah Spanyol, dengan berbekal kartografi Imago Mundi bahwa bumi berbentuk bulat pelaut Christopher Columbus mendapat dukungan kerajaan Spanyol untuk berlayar ke barat mengarungi samudra Atlantik bersama tiga kapal yaitu Santa Maria, Pinta dan Nina. Merekapun berhasil menemukan daratan baru yang dianggap sebagai India. Namun di antara kaum Kristen sendiri tidak terjadi keakuran. Portugal dan Spanyol meskipun bertetangga dan sama Katolik, mereka bersaing dalam penguasaan maritim dan perdagangan. Setelah keberhasilan Columbus menemukan benua baru persaingan mereka semakin sengit hingga memaksa Paus Alexander VI sebagai pucuk tertinggi Katolik mendamaikan mereka. Di kota Tordesillas – Spanyol tanggal 7 Juni 1494 mereka mengadakan kesepakatan membagi bumi dalam dua bagian yang melintang dari kutub utara ke kutub selatan. Sisi barat adalah milik Spanyol, sisi timur adalah milik Portugis 6). Dalam bahasa sekarang: “Dunia milik mereka berdua, yang lain cuma ngontrak”, dan tentu saja kesepakatan yang hanya diikuti oleh dua negara ini sama sekali tidak mendapat pengakuan dari pihak manapun yang tidak terlibat.

.

Portugal memang memiliki banyak pelaut handal pengelana dunia. Bartholomeu Diaz pada 1488 telah memiliki pengalaman berlayar dari Lisabon Portugal menyusuri pantai barat Afrika hingga mencapai ujung selatan benua yang diberi nama Tanjung Harapan sebelum akhirnya balik ke negaranya lagi. Dua belas tahun kemudian ia tewas setelah diterjang badai dalam usaha mengulangi perjalanan itu. Pada tanggal 20 Mei 1498 pelaut Vasco da Gama menggunakan acuan rute yang sama berhasil mencapai Calcuta India. Ini adalah pencapaian luar biasa yang menjadi inspirasi orang Eropa berbondong menuju Asia. Kepionirannya membuat kekuatan kaum muslim menguasai Laut Mediterania menjadi kurang berarti lagi sebab perdagangan jalur darat via Khyber Pass dan Jalur Sutera dari Eropa menuju India atau Cina yang berbahaya, sulit, dipenuhi perampokan mulai ditinggalkan. Kini para pedagang mengubah menjadi jalur laut yang lebih mudah, murah, sedikit resiko. Jika pelayaran Columbus menemukan wilayah tak bertuan maka penemuan da Gama menghubungkan masing-masing wilayah yang telah berpenduduk, dan itu membawa pengaruh signifikan bagi Nusantara 7). Terbukti tak lama kemudian regu pasukan Portugis di bawah pimpinan Alfonso de Albuquerque bertolak dari pangkalan di Goa – India berhasil menaklukkan benteng kaum muslim di Malaka pada tanggal 10 Agustus 1511. Sultan Mahmud Syah sang penguasa terpaksa melarikan diri meninggalkan wilayahnya diduduki kafir Eropa. Inilah awal titik temu yang berdampak positif maupun negatif antara peradaban Eropa dengan Nusantara.

(bersambung...)

Terkarang oleh Oeang Noesantara.

Jakarta, 30 Mei 2020 pk. 15.04



TAMBAHKAN KOMENTAR